Debit Sungai Meluap, Kisaran Terendam Banjir Hingga Setinggi Pinggang

Kota Kisaran terendam banjir hingga setinggi pinggang akibat meluapnya debit sungai setelah hujan deras. Aktivitas warga lumpuh, sementara petugas dikerahkan untuk membantu evakuasi dan menangani titik-titik kritis.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kisaran selama beberapa jam menyebabkan debit sungai di daerah tersebut meluap dan menggenangi permukiman warga. Beberapa titik di Kisaran mengalami banjir cukup serius dengan ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Situasi ini membuat aktivitas masyarakat terhenti dan memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman spaceman.

Banjir mulai memasuki kawasan permukiman sejak dini hari ketika hujan tak kunjung reda. Air sungai yang sebelumnya sudah berada pada batas normal akhirnya meluap karena tidak mampu menahan volume air yang terus meningkat. Sejumlah desa dan kelurahan seperti Sei Renggas, Mutiara, dan Sidomukti menjadi lokasi yang paling terdampak. Warga yang tinggal di dekat bantaran sungai merupakan kelompok pertama yang merasakan dampak banjir, karena air dengan cepat masuk ke rumah-rumah mereka tanpa sempat melakukan banyak persiapan.

Menurut keterangan warga, banjir kali ini terbilang cukup parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Dalam waktu kurang dari satu jam, ketinggian air langsung mencapai betis, lalu meningkat hingga setinggi lutut dan bahkan pinggang di beberapa titik. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka karena air yang masuk sangat cepat. Perabotan rumah, pakaian, hingga perlengkapan elektronik sebagian besar terkena dampaknya.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan setempat segera turun ke lapangan untuk membantu proses evakuasi dan mengevakuasi warga yang rumahnya terendam parah. Perahu karet dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilewati kendaraan. Beberapa lansia, anak-anak, serta ibu hamil diprioritaskan untuk dibawa ke posko pengungsian sementara yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami gangguan. Sekolah-sekolah di beberapa kecamatan terpaksa meniadakan kegiatan belajar karena gedung terendam air. Beberapa masjid dan gereja juga dialihfungsikan menjadi tempat penampungan darurat. Di pasar tradisional, pedagang mengeluhkan barang dagangan mereka yang rusak akibat terendam banjir. Aktivitas jual beli pun terhenti karena jalan menuju pasar tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Kondisi jalan utama di Kisaran juga tidak luput dari dampak banjir. Banyak kendaraan yang mogok di tengah genangan, menyebabkan kemacetan panjang di beberapa ruas. Pengendara terpaksa memutar arah atau menunggu hingga air surut untuk melanjutkan perjalanan. Situasi ini membuat aktivitas ekonomi terganggu, terutama bagi mereka yang bekerja di luar desa atau kecamatan.

Fenomena meluapnya debit sungai ini mengundang perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain curah hujan ekstrem, faktor penyumbatan drainase akibat sampah dan sedimentasi sungai diduga memperparah kondisi banjir. Karena itu, sejumlah petugas kebersihan dan relawan mulai melakukan upaya pembersihan saluran air dan memeriksa titik-titik yang mengalami penyempitan aliran. Pemerintah daerah juga mulai mempertimbangkan langkah jangka panjang untuk mencegah banjir serupa terulang pada masa mendatang.

Warga berharap ada penanganan lebih serius terhadap kondisi sungai dan saluran air di Kisaran. Selama bertahun-tahun, banjir menjadi masalah berulang yang sering muncul saat musim hujan tiba. Banyak warga menilai perawatan sungai perlu dilakukan secara berkala agar aliran air tetap stabil dan tidak meluap secara tiba-tiba. Selain itu, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko banjir.

Meski genangan air mulai perlahan surut di beberapa titik pada siang hari, kondisi di wilayah yang terendam parah masih memerlukan penanganan lanjutan. Tim evakuasi masih terus memonitor lokasi rawan, memastikan tidak ada warga yang terjebak atau membutuhkan bantuan tambahan. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut telah dikirimkan ke posko-posko pengungsian.

Cuaca yang masih tidak stabil membuat warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Pemerintah daerah juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika terjadi kenaikan permukaan air di wilayah masing-masing. Sosialisasi mengenai jalur evakuasi dan titik pengungsian diperkuat agar warga dapat bertindak cepat dalam situasi darurat.

Banjir yang melanda Kisaran kali ini memberikan gambaran jelas bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem perlu diprioritaskan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat, diharapkan dampak dari peristiwa banjir dapat diminimalkan di masa mendatang. Untuk saat ini, fokus bersama adalah memastikan keselamatan warga serta memulihkan kembali aktivitas harian setelah air benar-benar surut dan kondisi lingkungan kembali aman.

Partner