Curah hujan tinggi yang berlangsung semalaman menyebabkan sejumlah kawasan di Lubuk Pakam terendam genangan. Warga terdampak mengalami gangguan aktivitas, sementara petugas mulai melakukan penanganan di titik yang dianggap kritis.
Lubuk Pakam kembali mengalami genangan luas setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam. Hujan yang tidak kunjung reda menimbulkan luapan air dari beberapa saluran dan parit utama, sehingga membuat sejumlah kawasan tergenang hingga pagi hari. Warga yang bangun pada subuh terkejut melihat permukaan jalan dan halaman rumah dipenuhi air keruh yang mengalir cukup slot.
Kawasan yang terdampak cukup signifikan berada di sekitar pasar, pemukiman padat, serta beberapa titik jalur protokol di mana air mencapai ketinggian betis hingga lutut orang dewasa. Banyak warga harus menunda aktivitas pagi karena akses keluar rumah terhambat. Sebagian pekerja dan pedagang bahkan terpaksa mengubah rute perjalanan karena jalan utama tidak bisa dilewati dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Genangan ini diperparah oleh kondisi drainase di beberapa area yang dinilai tidak mampu menampung volume air hujan. Parit-parit kecil meluap cepat, membawa serta lumpur dan sampah yang terbawa dari hulu. Warga mengeluhkan bahwa masalah seperti ini sering terjadi ketika hujan intens turun dalam waktu lama, dan situasinya tampak semakin memburuk dalam dua tahun terakhir.
Di beberapa permukiman, air masuk ke dalam rumah warga. Perabotan rumah seperti kursi, kasur, dan lemari terpaksa dipindahkan ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Anak-anak dan lansia menjadi perhatian utama dalam proses penyelamatan barang. Selain itu, genangan juga mengganggu aliran listrik di beberapa titik karena warga harus mematikan perangkat elektronik demi mencegah korsleting.
Sementara itu, aktivitas di pasar Lubuk Pakam turut terganggu. Pedagang yang sudah bersiap membuka kios pada dini hari mendapati air menggenang lantai pasar, sehingga proses jual beli menjadi lebih lambat. Sebagian pedagang yang menjual komoditas basah seperti sayuran dan ikan terpaksa mengalami kerugian karena barang dagangan mereka ikut terciprat air banjir.
Petugas BPBD Kabupaten Deli Serdang langsung turun ke lapangan pada pagi hari. Mereka melakukan identifikasi terhadap titik-titik rawan dan membantu mengatur aliran air agar genangan bisa lebih cepat surut. Beberapa lokasi yang mengalami penyumbatan drainase segera dibersihkan, terutama di daerah yang menjadi pusat genangan paling tebal.
Warga juga tampak bergotong royong membersihkan saluran air dari tumpukan sampah yang menutupi arus. Mereka menyadari bahwa sebagian besar penyumbatan disebabkan oleh limbah rumah tangga yang tertumpuk dan tidak dibuang pada tempatnya. Kolaborasi antara warga dan petugas menjadi kunci utama agar aliran air kembali normal.
Dampak genangan ini tidak hanya dirasakan oleh sektor rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum. Beberapa sekolah dasar dan menengah terpaksa menunda kegiatan belajar mengajar karena akses menuju sekolah terputus. Guru-guru memberikan pemberitahuan melalui grup komunikasi agar siswa tetap berada di rumah sampai kondisi membaik. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang harus melewati jalur yang tergenang cukup dalam.
Air yang keruh dan bercampur lumpur juga menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan. Petugas puskesmas mengingatkan warga agar tidak terlalu lama beraktivitas di dalam air, terutama anak-anak yang gemar bermain di genangan. Risiko penyakit kulit, diare, maupun infeksi bakteri dapat meningkat apabila warga tidak berhati-hati. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan air minum tetap dalam kondisi aman.
Menjelang siang hari, beberapa titik mulai menunjukkan penurunan genangan, namun tidak sedikit area yang masih terendam karena curah hujan kembali meningkat. Kondisi ini membuat warga tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur dalam waktu dekat.
Kejadian di Lubuk Pakam ini menjadi pengingat bahwa sistem drainase perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Peningkatan infrastruktur pengendali banjir, pembersihan rutin saluran air, serta pengawasan terhadap pembuangan sampah menjadi langkah krusial untuk mencegah peristiwa serupa berulang. Selain itu, literasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan agar masalah genangan dapat diminimalisir.
Meskipun situasi pagi itu cukup menyulitkan, semangat gotong royong warga Lubuk Pakam terlihat kuat. Mereka saling membantu membersihkan rumah, mendorong kendaraan yang mogok, hingga mengamankan barang-barang yang berisiko rusak. Dengan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah daerah, diharapkan Lubuk Pakam bisa pulih lebih cepat dan lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang.
